Trump Kontrol Penjualan Minyak Venezuela, Picu Pelemahan Komoditas & Safehaven
Pasar komoditas logam terkoreksi selama sesi perdagangan Rabu (7/1), Harga emas anjlok dari puncak tertinggi $4,500 setelah Trump mengatakan Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
Pelemahan terjadi bersamaan dengan melemahnya harga minyak karena prospek melimpahnya stok minyak global
Disisi lain, indeks Dolar AS bertahan diarea positif karena melemahnya prospek pemangkasan suku bunga.
Key Highlights
- Trump mengatakan Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak ‘berkualitas dan di bawah sanksi’ kepada Amerika Serikat.
- Trump akan menjual minyak tersebut dengan harga pasar dan hasilnya akan dikontrol olehnya.
- Pelepasan cadangan minyak Venezuela akan memicu melimpahnya persediaan minyak global, jika hal ini terjadi maka langkah tersebut dapat membantu inflasi global turun secara perlahan dan diharapkan dapat meningkatkan daya beli. Jika harga minyak turun, inflasi diharapakan mereda perlahan 》 daya beli naik 》 the fed tunda pemangkasan suku bunga 》dampaknya harga minyak stabil/turun, emas turun, Dolar menguat
- Faktanya prospek pemangkasanya suku bunga the Fed pada Januari turun dari 17.7% menjadi hanya sekitar 11.6% pada Rabu (7/1). Dan proyeksi pemangkasan pertama tahun ini bergeser ke bulan Juni.
- Pasar emas gagal merespon laporan tenaga kerja AS yang mengecewakan. Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan JOLTS November, yang menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,146 juta, turun dari 7,449 juta pada bulan Oktober, menunjukkan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja.
- Data Ketenagakerjaan ADP menunjukkan bahwa penggajian sektor swasta meningkat sebesar 41.000 pada bulan Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47.000.
- Institute Supply Management (ISM) melaporkan bahwa PMI Jasa melonjak pada bulan Desember, menandakan penguatan aktivitas di seluruh sektor jasa. Indeks tersebut melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, jauh melampaui ekspektasi 52,3.
Market Movement
Pada Rabu (7/1), harga emas berakhir melemah – turun dari tertinggi hariannya $4,500 meski data tenaga kerja AS tak terlalu baik. Harga emas (Spot) diperdagangkan luas pada kisaran $4,500 – $4,423, sebelum akhirnya ditutup pada level $4,456.10 per ons, naik sekitar $38.01 atau 0.85%.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (Jan) berakhir turun pada level $4,462.50 per ons di Divisi Comex, turun sebanyak $33.60 atau 0.75%.
Indeks Dolar AS berakhir naik sekitar 14 poin atau 0.14% berkhir pada level 98.74, setelah uji tertinggi 98.75 dan terendah 98.50.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko diperdagangkan melemah terhadap Dolar AS.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Rabu, 7 Januari 2026,
- AUDUSD : 0.67190 , -17 / -0.26%
- EURUSD : 1.16737 , -13 / -0.11%
- GBPUSD : 1.34561 , -44 / -0.33%
- NZDUSD : 0.57718 , -11 / -0.20%
- USDJPY : 156.767 , +12 / +0.08%
- USDCAD : 1.38585 , +46 / +0.33%
- USDMXN : 17.97270 , -276 / -0.15%
- USDCHF : 0.79761 , +21 / +0.26%
- USDCNH : 6.98830 , +136 / +0.19%
Sentimen
Pada Kamis (8/1), fokus pasar akan tertuju pada rangkaian data Klaim Pengangguran dan Neraca Perdagangan AS.