Tunggu ‘Vote’ DPR, Emas Uji $4200
Jelang pemungutan suara penentuan pembukaan kembali Pemerintahan AS di Dewan DPR – dolar AS bergerak stabil diatas 99, namun turun dari sesi tertinggi harinnya pada 99.71 karena sikap wait and see para pelaku pasar.
Disisi lain, pasar emas terus bergerak naik – melampaui level $4,200 per ons karena kegelisahan pasar memicu permintaan safehaven.
Hingga pembukaan pasar Asia hari ini (13/11) harga emas masih bergerak positif berkisaran stabil pada $4,200 – $4,190.
Key Highlights
- Pasar akan menantikan hasil pungutan suara DPR hari ini untuk pembukaan kembali pemerintahan AS yang telah ditutup dalam 43 hari terakhir.
- Shutdown AS telah memasuki penutupan terlama dalam sejarah politik Amerika Serikat – melebihi shutdown terlama sebelumnya pada tahun 2019. Penutupan pemerintahan telah memasuki hari ke-43 pada 12 November 2025.
- Jika Shutdown dapat berakhir hari ini (13/11), pasar akan kembali bertempur dengan rangkaian data ekonomi AS yang telah tertunda selama dua bulan.
- Dewan Perwakilan Rakyat AS akan memberikan suara sekitar pukul 19.00 ET, ungkap Steve Scalise, pemimpin Partai Republik, kepada CNBC.
- Dri prosek suku bunga the Fed, Gubernur Fed Stephen Miran mengatakan bahwa kebijakan moneter terlalu ketat. Sementara Presiden The Fed Atlanta, Raphael Bostic, bersikap hawkish, mengatakan bahwa menurunkan kebijakan berisiko memicu “monster inflasi” dan menambahkan bahwa ia tidak melihat “penurunan pasar tenaga kerja yang parah.” Patut dicatat bahwa Bostic mengumumkan bahwa ia akan pensiun dari jabatannya pada Februari 2026.
- Survei Reuters mengungkapkan bahwa 80% dari 109 ekonom memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Desember.
- Berdsarkan pantauan Fed Watch Tools, pprobabilitas sebesar 63% untuk pemangkasan suku bunga sebesar seperempat persen pada pertemuan The Fed di bulan Desember.
Market Movement
Pada Rabu (12/11), Harga emas (spot) berakhir menguat dan bertahan diatas titik $4,200 per ons ditengah kegelisahan pasar jelang berakhirnya shutdown.
Dipasar spot, harga emas mencatatkan kenaikan sebesar $68.79 atau 1.67% berakhir pada level $4,194.89 per ons , setelah uji tertinggi $4,211 dan terendah $4,098.
Dengan latar politik AS, prospek jangka pendek emas tampak ‘netral’ hingga cenderung ‘bearish’. Faktor pendorong kenaikan adalah prospek shutdown AS yang akan mencatatkan sejarah baru.
Faktor pendorong penurunan adalah shutdown AS yang diperkirakan dapat segera berakhir setelah penutupan berkepanjangan karena berpotensi memicu kerusakan sistem pemerintah.
Dalam jangka panjang, faktor seperti permintaan bank sentral dan ketidakpastian geopolitik masih tetap ada.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kenaikan sebesar $97.30 atau 2.36% berakhir pada level $4,213.60 per ons di Divisi Comex, setelah uji tertinggi $4,218 dan terendah $4,104.
Indeks Dolar AS berakhir datar – mencatatkan kerugian hanya sebesar 1 poin atau 0.01% berakhir pada level 99.47, setelah uji terendah 99.42 dan tertinggi 99.71. Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir campuran.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Rabu, 12 November 2025,
USDCNH : 7.10740 , -79 / -0.11%
AUDUSD : 0.65390 , +13 / +0.20%
EURUSD : 1.15921 , +12 / +0.10%
GBPUSD : 1.31297 , -20 / -0.15%
NZDUSD : 0.56647 , +11 / +0.19%
USDJPY : 154.750 , +60 / +0.39%
USDCAD : 1.40054 , -9 / -0.06%
USDMXN : 18.27700 , -479 / -0.26%
USDCHF : 0.79774 , -26 / -0.33%
Sentimen
Pada Kamis (11/11), pasar akan menantikan perkembangan atas persiapan pembukaan kembali pemerintahan AS setelah lolos meja Senat dan menunggu hasil sidang DPR yang dijadwalkan pada Rabu (12/11) waktu AS.