Waspada Reaksi Pasar Atas Tarif EU, Mexico, Canada
Pasar ber-reaksi atas kebijakan tarif Donald Trump yang memicu ketegangan perdagangan yang lebih luas terhadap Kanada dan mitra dagang Amerika lainnya.
Yang terbaru, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 35% untuk barang-barang Kanada termasuk impor minyak dan diikuti oleh ancaman tarif 15-20% terhadap mitra dagang lainnya, yang pada akhirnya menimbulkan kekhawatiran tentang tindakan pembalasan atau gangguan pasokan.
Pengumuman tersebut memicu gelombang perburuan atas safehaven emas yang dinilai aman dari ketidakpastian ekonomi dan mendorong harga minyak mentah dunia melonjak tajam selama perdagangan akhir pekan lalu.
Key Highlights
- Setelah Brazil, Trump umumkan tarif 35% terhadap Kanada, 30% terhadap Uni Eropa dan sederetan mitra dagang lainnya.
- Pasar diguncang dengan berita rencana pengunduran diri Kepala Federal Reserves AS Jerome Powell setelah perselisihan dengan Trump. Kini pasar menyoroti kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika Pengganti Powell akan cenderung agresif dalam pemangkasan suku bunga, terlebih setelah seruan pemangkasan 300bps oleh Trump.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools oleh CME, Ekspektasi pemangkasan suku bunga pada September berada pada kisaran 60.4%.
Markets Movement
Merespon serangkaian fundamental tersebut, Harga emas diperdagangkan menguat pada perdagangan sesi Jumat(11/7) dan mencatatkan kenaikan mingguan yang cukup signifikan.
Hingga akhir perdagangan Jumat (11/7), harga emas mencatatkan kenaikan sebesar $31.96 atau 0.96% berakhir pada level $3,355.59 per ons, setelah uji terendah $3,321 dan tertinggi $3,368. Emas naik sekitar 0.62% minggu lalu.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus sebagai kontrak teraktif saat ini ditutup naik sebanyak $38.30 atau 1.15% berakhir pada level $3,364.00 per ons, seteah uji tertinggi $3,381 dan terendah $3,332 di Divisi Comex.
Pasar Dolar AS turut menjadi perburuan investor ditengah ketidakpastian ekonomi karena masih menjadi nilai tukar utama Dunia. Dolar AS mengakhiri perdagangan Jumat (11/7) dengan kenaikan sebesar 27 poin atau 0.28% berakhir pada level 97.86, setelah uji tertinggi 97.98 dan terendah 97.54.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko ditutup melemah karena ancaman tarif dagang 1 Agustus mendatang. GBP/USD memimpin pelemahan pada akhir pekan setelah BoE diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan bulan depan.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan Jumat, 11 Juli 2025,
- AUDUSD : 0.65747 , -13 / -0.19%
- EURUSD : 1.16869 , -12 / -0.10%
- GBPUSD : 1.34896 , -88 / -0.65%
- NZDUSD : 0.60041 , -30 / -0.50%
- USDJPY : 147.396 , +117 / +0.80%
- USDCAD : 1.36886 , 0 / 0.00%
- USDMXN : 18.64830 , +479 / +0.26%
- USDCHF : 0.79642 , -3 / -0.03%
- USDCNH : 7.16720 , -113 / -0.16%
Sentimen
Awal pekan ini, pasar akan terfokus pada serangkaian fundamental the Fed, tarif timbal balik Trump dan respon mitra AS atas tarif perdagangan yang ditetapkan. Minimnya data ekonomi akan memicu reaksi pasar yang penuh ketidakpastian.
Hingga sepekan kedepan, pasar akan terfokus pada laporan inflasi, Penjualan Ritel dan sederetan pidato member Federal Reserves AS.