XAU/USD: Harga Emas Turun ke Level Terendah 7 Minggu karena Hambatan Makro Menghambat Permintaan
Logam mulia ini turun lebih dari 2% pada hari Selasa dan memperpanjang penurunannya ke level terendah 30 Maret pada Rabu pagi.
Kilau Emas Terpukul
Emas XAUUSD terpukul pada hari Selasa, turun lebih dari 2% dan merosot ke level terendah tujuh minggu di dekat $4.465 pada Rabu pagi. Itu menandai level terlemah sejak 30 Maret karena para pedagang terus meninggalkan logam mulia ini dan beralih ke aset yang memberikan imbal hasil.
Biasanya, emas menyukai kekacauan. Tetapi kali ini, kenaikan harga minyak dan inflasi yang tinggi menciptakan masalah yang berbeda. Investor semakin khawatir bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama — bukan lingkungan yang diimpikan emas.
Dolar AS yang lebih kuat menambah tekanan ekstra. Karena emas dihargai dalam dolar, dolar AS yang lebih kuat membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli internasional. Artinya: lebih sedikit pemburu barang murah, lebih banyak penjual yang menekan tombol keluar.
Imbal Hasil Adalah Musuh Sejati
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari setahun. Imbal hasil obligasi dan emas seringkali bergerak seperti dua orang yang menolak duduk di meja makan yang sama — ketika satu naik, yang lain biasanya merasa tidak nyaman.
Emas dianggap sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, artinya tidak membayar bunga atau dividen. Jadi, ketika investasi yang lebih aman seperti obligasi pemerintah tiba-tiba menawarkan pengembalian yang besar, memegang logam mulia mulai terlihat kurang glamor.
Harga minyak mentah Brent yang tinggi juga memicu kekhawatiran inflasi di seluruh pasar. Energi yang lebih mahal dapat berdampak pada perekonomian, meningkatkan biaya transportasi dan produksi — dan berpotensi memaksa bank sentral untuk tetap hawkish, atau secara agresif anti-inflasi.
Fokus pada Risalah Rapat Fed
Investor kini menunggu rilis risalah rapat terbaru Federal Reserve pada hari Rabu. Para pedagang berharap catatan tersebut akan mengungkapkan apakah para pembuat kebijakan cenderung menaikkan suku bunga lebih lanjut atau hanya mempertahankan suku bunga yang sangat tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Logam mulia bukanlah satu-satunya yang mengalami aksi jual. Perak mengalami sesi yang lebih buruk, anjlok 6% pada hari Selasa menjadi $73,25 per ons. Dari level tertinggi minggu lalu, logam ini sekarang turun hampir 20% — pendinginan brutal setelah lonjakan cepat.
Kekuatan makro mengendalikan situasi: dolar yang lebih kuat, imbal hasil yang lebih tinggi, harga minyak yang mahal, dan bank sentral yang cemas. Para pedagang emas yang berharap untuk pemulihan cepat mungkin perlu menunggu inflasi mereda terlebih dahulu sebelum emas batangan kembali bersinar.