Yuan, Ringgit, Dolar Taiwan, dan Dolar Singapura Seharusnya Lebih Tangguh Dibandingkan Mata Uang Asia Lainnya
Yuan Tiongkok, ringgit Malaysia, dolar Taiwan, dan dolar Singapura seharusnya lebih tangguh dibandingkan mata uang Asia lainnya, menurut tim Riset Valuta Asing Global HSBC dalam sebuah laporan. Tim tersebut mengatakan, kemungkinan akan terjadi kebuntuan berkepanjangan antara AS dan Iran sebelum tercapai kesepakatan. “Meningkatnya risiko penurunan pertumbuhan akan semakin menekan mata uang Asia yang pro-siklikal untuk sementara waktu,” kata tim tersebut. Tim tersebut sekarang berasumsi bahwa lalu lintas melalui Selat Hormuz akan secara bertahap kembali normal hanya mulai pertengahan Juni, yang berarti harga minyak tetap tinggi hingga kuartal kedua dan sebagian besar kuartal ketiga sebelum turun lebih signifikan pada kuartal keempat dan tahun 2027. Yuan dan ringgit memiliki keamanan energi yang relatif lebih tinggi, dolar Taiwan memiliki sumber pertumbuhan alternatif, dan dolar Singapura memiliki ruang fiskal, tambah tim tersebut.