Antisipasi Kejutan Pasar, Setelah Tur Trump pada Gedung Fed
Kemajuan kesepakan perdagangan AS terhadap negara-negara mitra dagang memberikan tekanan pada permintaan safehaven – menyeret harga emas turun dari titik tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
fokus pasar kini kembali tertuju pada probabilitas pemangkasan suku bunga the Fed setelah Presiden AS melakukan tur di gedung Fed, mengomentari situasi yang terjadi dan menegaskan kembali keinginannya untuk suku bunga yang lebih rendah.
Key Highlights
- Trump kembali menegaskan keinginannya untuk suku bunga the Fed yang lebih rendah – dengan setidaknya pemotongan suku bunga sebanyak 3 poin. Tentang pemecatatan Powell, Trump menungkapkan sudah memikirkan nama untuk menggantikan Powell, mungkin tiga. Namun menegaskan tidak ada tekanan bagi Powell untuk mengundurkan diri.
- Setelah Indonesia, Filipina dan Jepang kini Uni Eropa dan AS hampir mencapai kesepakatan yang akan mengenakan tarif 15% atas barang-barang Uni Eropa yang diimpor ke AS.
Perundingan dagang antara Uni Eropa dan AS membaik, sebagaimana diungkapkan oleh sumber kepada FT. Uni Eropa (UE) dapat menyetujui tarif timbal balik setelah Trump mengirimkan surat dengan bea masuk 30%, yang akan berlaku efektif pada 1 Agustus.
- Jumat ini (25/7), Fokus pasar akan terus tertuju pada konflik Trump-Powell dan Kesepakan perdagangan AS dan sekutunya. Tidak ada banyak data yang akan dirilis pada penghujung pekan ini, pasar AS hanya akan menyaksikan data Pesanan Barang-barang tahan lama (Durable Goods Orders).
Markets Movement
Harga emas anjlok untuk hari ke-dua berturut-turut setelah mencapai titik tertinggi baru dalam lebih dari 1 bulan. Kemajuan kesepakatan perdagangan AS dan mitra dagangnya mendorong pasar emas ditinggal sebagai safehaven.
Hingga akhir perdagangan Kamis (24/7), harga emas mencatatkan kerugian sebesar $19.43 atau 0.57% berakhir pada level $3,367.89 per ons, setelah uji terendah $3,351.32 dan tertinggi $3,393.30.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus sebagai kontrak teraktif saat ini ditutup turun sebanyak $20.4 atau 0.60% berakhir pada level $3,373.50 per ons, seteah uji tertinggi $3,401 dan terendah $3,355 di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berhasil ditutup lebih tinggi seetlah serangakaian data ekonomi AS dirilis positif, membawa sentimen pasar beralih pada data dan mengabaikan kekhawatiran perdagangan AS.
Dalam data yang dirilis menunjukkan bahwa ,
- US Chicago Fed National Activity (Jun), -0.10 (A) vs. -0.28 (P)
- US Initial Jobless Claims, 217K (A) vs. 229K (F) vs. 221K (P)
- US S&P Global Manufacturing PMI (Jul), 49.5 (A) vs. 52.7 (F) vs. 52.9 (P)
- US S&P Global Services PMI (Jul), 55.2 (A) vs. 53.0 (F) vs. 52.9 (P)
- US New Home Sales (Jun), 627K (A) vs. 651K (F) vs. 623K (P)
- US New Home Sales (MoM) (Jun), 0.60% (A) vs. -13.7% (P)
Dolar berakhir menguat sebesar 29 poin atau 0.30% berakhir pada level 97.49, setelah uji tertinggi 97.53 dan terendah 97.11.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko ditutup melemah menyusul kenaikan Dolar. Pasangan EUR/USD berakhir melemah bahkan setelah ECB menetapkan suku bunga tidak berubah pada level 2.15%. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan Kamis, 23 Juli 2025,
- AUDUSD : 0.65870 , -14 / -0.21%
- EURUSD : 1.17461 , -22 / -0.19%
- GBPUSD : 1.35050 , -74 / -0.55%
- NZDUSD : 0.60272 , -18 / -0.30%
- USDJPY : 146.987 , +46 / +0.32%
- USDCAD : 1.36436 , +47 / +0.34%
- USDMXN : 18.53920 , +30 / +0.02%
- USDCHF : 0.75240 , -399 / -5.04%
- USDCNH : 7.14650 , +6 / +0.01%
Sentimen
Jumat ini (25/7), Fokus pasar akan terus tertuju pada konflik Trump-Powell dan Kesepakan perdagangan AS dan sekutunya. Tidak ada banyak data yang akan dirilis pada penghujung pekan ini, pasar AS hanya akan menyaksikan data Pesanan Barang-barang tahan lama (Durable Goods Orders).