Biaya Hilir Perusahaan Minyak dan Gas Asia Bisa Meningkat Jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
Pertahanan industri minyak dan gas Asia dapat terganggu oleh konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, kata analis S&P Global Ratings dalam sebuah laporan. Sekitar seperlima dari aliran minyak mentah global dan gas alam cair melewati Selat Hormuz, di mana hampir 90% minyak mentah dan setengah dari aliran LNG menuju Asia. Jika gangguan pasokan berlanjut, perusahaan minyak dan gas mungkin perlu mengubah rute pengiriman, mencari sumber dari tempat lain, atau meningkatkan produksi domestik. Langkah-langkah tersebut akan meningkatkan biaya per unit, kata para analis. “Dalam skenario perang yang berkepanjangan, perusahaan minyak dan gas besar di kawasan ini akan menghadapi peningkatan biaya hilir yang dapat mengimbangi keuntungan besar di hulu,” tulis para analis. (amanda.lee@wsj.com)