Dolar Melonjak, The Fed Optimis Lanjutkan Pengetatan Moneter
Indeks Dolar Amerika berakhir menguat setelah mempertajam keuntungannya paska pembacaan risalah FOMC pertama tahun 2023.
Dalam pembacaan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengharapkan suku bunga naik setidaknya 50bps.
Merespon laporan tersebut, Dolar AS berlari lebih tinggi dari level terendah baru di 104.00 di sesi NY untuk mengantisipasi hasil hawkish dan menetap pada kisaran 104.35 saat menjelang rilis. Hingga sesi perdagangan Rabu berakhir Dolar ditutup menguat pada level 104.53.
Sederetan matauang berisiko berakhir melemah selama sesi perdagangan Rabu (22/2). EUR/USD menyelesaikan perdagangan dengan kerugian sekitar 41 poin atau 0.39% berakhir pada level 1.0604, setelah uji terendah 1.0598.
GBP/USD berakhir melemah sebanyak 67 poi natau 0.56% berakhir pada level 1.2042, setelah uji tertinggi 1.2135 dan ternedah 1.2034. AUD/USD berakhir turun sekitar 50 poin atau 0.73% berakhir pada level 0.6803. Sedangkan USD/JPY menetap pada level 134.90, setelah uji terendah 134.35 dan tertinggi 135.05.
Emas
Emas dipasar spot runtuh menjelang pembacaan risalah pertemuan FOMC pertama tahun ini dan terus berada dibawah setelah mayoritas peserta mengharapkan suku bunga naik setidaknya 50bps.
Sebelumnya selama pertengahan sesi Amerika, harga emas sudah cukup tertekan merespon Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard yang mengatakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif – akan memberi FOMC kesempatan yang lebih baik untuk menjinakkan inflasi, dan menambahkan bahwa ada peluang untuk mengalahkan inflasi tahun ini tanpa menciptakan resesi.
Dipasar spot, harga emas ditutup melemah sekitar $9.70 atau 0.53% berakhir pada level $1,825.02 per ons, setelah uji tertinggi $1,846 dan terendah $1,823. Sementara emas berjangka kontrak April diperdagangkan melemah sekitar $8.30 atau 0.45% berada pada level $1,834.20 per ons.
Minyak
Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 3% selama sesi perdagangan Rabu (22/2) karena investor terus gelisah menyikapi data ekonomi AS yang optimis – yang dapat mendorong pengetatan lebih lanjut oleh Federal Reserve. Penurunan diperkuat setelah FOMC Februari mengarakan pembicaraan pada kemugkinan pengetatan lebih lanjut oleh the Fed.
Dipasar spot, harga minyak berakhir melemah sekitar $2.24 atau 3.03% berakhir pada level $73.88 per barel, setelah uji terendah $73.82 dan tertinggi $76.54. Minyak mentah WTI AS anjlok sebanyak 3.26% atau $2.41 berakhir pada level $73.95 per barel. Sementara Brent London turun sebanyak $2.60 atau 3.23% berakhir pada level $80.45 per barel.
Pagi ini, Harga minyak berpotensi kembali melemah merespon laporan stok minyak API yang tercatat nai ksebanyak 9.895 juta barel dalam sepekan terakhir, lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada 1.233 juta barel.
Sentimen
Memasuki sesi perdagangan Kamis (23/2), fokus utama pasar global akan tertuju pada laporan GDP dan PCE Price Index AS pada pukul 20:30 WIB. Sebelumnya disesi Eropa, laporan inflasi Eropa akan dirilis pada pukul 17:00 WIB.