Mahadana Mahadana
  • Home
  • Market News
    • Asia Market
    • US Market
    • Europe Market
  • Commodities
  • Currency
  • Daily Analysis
  • World
    • Economic Data
    • Global News
    • Business
Mahadana
 Dolar Runtuh Setelah Inflasi Dilaporkan Melambat
Global News

Dolar Runtuh Setelah Inflasi Dilaporkan Melambat

by admin_mab 14/12/2022 0 Comment

Indeks Dolar Amerika terjun bebas kelevel terendah Juni selama sesi perdagangan Selasa (13/12), setelah laporan Inflasi Konsumen Amerika dilaporkan melambat untuk bulan kedua berturut-turut selama periode Desember – mendorong spekulasi pengetatan yang mungkin akan dilakukan Fed dalam pertemuan nanti malam.

Dalam laporan tercatat bahwa :

• US Core CPI (YoY) (Nov), 6.0% (A) vs. 6.10% (F) vs. 6.30% (P)
• US Core CPI (MoM) (Nov), 0.20% (A) vs. 0.30% (F) vs. 0.30% (P)
• US CPI (YoY) (Nov), 7.10% (A) vs. 7.30% (F) vs. 7.70% (P)
• US CPI (MoM) (Nov), 0.10% (A) vs. 0.30% (F) vs. 0.40% (P)

Melambatnya inflasi AS sekejab mendorong probability kenaikan suku bunga 50bps oleh Fed meningkat menjadi 79.4% dari 73.5% sehari sebelum laporan inflasi dirilis. Sedangkan potensi kenaikan 75bps bergerak turun ke level 20.6% dari 26.5% (per 12 Desember). Hingga jelang penutupan pasar Selasa (13/12) Dolar diperdagangkan melemah sebanyak 97 poin atau 0.93% berada pada level 104.04 pada saat berita ini ditulis (04:00 WIB), setelah uji tertinggi 105.10 dan terendah 103.57.

Matauang

Pelemahan Dolar telah mendorong matauang rival utamanya melonjak tajam, dipimpin oleh penguatan Yen Jepang yang mencapai level 135.57, turun sekitar 206 poin atau 1.52% saat penulisan (04:00 WIB). AUD/USD menguat sekitar 105 poinatau 1.53% berada pada level 0.6852 sebagai matauang dengan keuntungan terbesar kedua setelah Yen Jepang.

Pasangan EUR/USD mencatatkan keuntungan sebanyak 93 poin atau 0.87% berada pada level 1.0630 (04:00 WIB), setelah uji tertinggi 1.0673. Sedangkan GBP/USD diperdagangkan menguat sekitar 99 poin atau 0.80% berada pada level 1.2363 saat penulisan, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi 1.2443 dan terendah 1.2248.

Emas

Harga emas melonjak tajam selama sesi perdagangan Selasa (13/12) setelah spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan memperlambat laju pengetatan dan mungkin mengumumkan akhir dari siklus pengetatan saat ini. Penguatan emas juga dipekuat setelah beberapa pengamat melihat bahwa Fed mungkin akan menaikkan suku bunga hanya 25bps pada pertemuan Februari mendatang sebagai langkah pengetatan berikutnya.

Dipasar spot, harga emas diperdagangkan sebanyak $29.88 atau 1.65% berada pada level $1,810.77 per ons saat berita ini ditulis (04:00 WIB), setelah uji tertinggi $1,824. Sedangkan emas berjangka kontrak Februari menguat sebanyak $30.30 atau 1.66% berada pada level $1,822.60 per ons saat bernulisan (04:00 WIB).

Minyak

Harga minyak mentah dunia melonjak setelah serangkaian pembukaan kembali dan pelonggaran peraturan yang dilakukan pemerintah China pada kawasan-kawasan yang sebelumnya memiliki resiko penularan yang tinggi. Harga minyak bahwa mengabaikan laporan OPEC yang memangkas perkiraan permintaan minyak sebesar 140.000 barel per hari untuk kuartal saat ini, mengutip aktivitas yang melambat di China. OPEC juga memangkas perkiraan Q1 2023 sebesar 410.000 bpd.

Dipasar spot, Harga minyak diperdagangkan menguat sebanyak $2.04 atau 2.71% berada pada level $75.37 per barel, setelah uji tertinggi $76.37 dan terendah $73.32. Minyak mentah berjangka WTI AS menguat sebanyak $2.20 atau 2.92% berada pada level $75.17 per barel saat berita ini ditulis. Sedangkan Brent Crude London menguat sebanyak $2.45 atau 3.05% berada pada level $80.44 per barel saat penulisan (04:00 WIB).

Sentimen

Memasuki sesi perdagangan Rabu (14/12), fokus pasar global akan tertuju pada pertemuan Federal Reserve AS. Bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps dan dapat mengantisipasi akhir dari siklus pengetatan.

Ketua Jerome Powell telah mengantisipasi ada peluang bagus bank sentral untuk memperlambat laju pengetatan segera setelah pertemuan ini, dan hasil inflasi yang menggembirakan telahi memperkuat gagasan tersebut.

Tags: Dolar Lemah Dolar Runtuh Inflasi Matauang minyak Sentimen
Previous post
Next post

admin_mab

editor

Latest News
Europe Market

Nilai Tukar Sterling Bertahan di Dekat Level Terendah Tiga Bulan

25/09/2026
Currency

Dolar Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan Kedua

25/09/2026
Europe Market

Harga Gas Eropa Turun di Tengah Harapan Kesepakatan Selat Hormuz

25/09/2026
Asia Market

Saham Hong Kong Memperpanjang Tren Penurunan

25/09/2026
Asia Market

Pembaruan Pasar Valas Asia: Won Korea Selatan Menguat 0,35 Persen

25/09/2026
Related Market News
Europe Market

Bursa Eropa Bangkit Seiring Meredanya Harga Minyak, Namun

by admin_mab 21/09/2026

Pasar saham Eropa mencatat pemulihan moderat pada hari Senin; indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,5% karena penurunan harga minyak mentah

Commodities

Harga Emas Turun dari Level Tertinggi Dua Bulan

by admin_mab 13/08/2026

Harga emas turun pada hari Kamis setelah mundur dari level tertinggi baru dalam dua bulan, karena investor mempertimbangkan dukungan dari

Commodities

Harga Emas Terus Melemah karena Reli Harga Minyak

by admin_mab 15/07/2026

Harga emas terus melemah pada hari Kamis karena investor terus menilai kembali prospek inflasi setelah harga minyak mentah bertahan di

Mahadana Mahadana

Mahadana News

MahadanaNews.com sebagai website resmi PT Mahadana Asta Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

PT. Mahadana Asta Berjangka adalah Pialang Berjangka yang memiliki ijin dan berada dibawah naungan Bappebti, merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

Link Terkait

Tentang Kami
Produk Trading
Bursa Berjangka Jakarta
Kliring Berjangka Indonesia

Our Office

  • Axa Tower, Jakarta
  • Graha Aktiva, Jakarta
  • Pontianak, Kalimantan Barat

Download Trading Platform

© Copyright 2026. PT. Mahadana Asta Berjangka. All rights reserved.