Emas Merosot, Pasca Uji Tertinggi Baru Sepanjang Masa
Harga emas bergejolak selama sesi perdagangan Selasa (23/9), menguat sepanjang sesi perdagangan Asia hingga pembukaan pasar AS mencapai rekor tertinggi baru $3,824 per ons dipasar berjangka AS dan anjlok kembali dikisaran $3,760an setelah pasar mendengarkan kesaksian Powell.
Awalnya harga emas terus menguat tanpa perlawanan ketika pejabat he Fed Bowman memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2025, sementara Bostic memperingatkan tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama dari yang diperkirakan.
Namun, Harga emas berangsur melemah pada sesi perdagangan Amerika ketika Kepala Federal Reserve AS Jerome Powell mengungkapkan “risiko penurunan lapangan kerja membenarkan penurunan suku bunga, tetapi inflasi tetap agak tinggi dan kebijakan bergantung pada data”.
Key Highlihts
- Powell memberikan nada yang hati-hati pada pernyataannya, dengan menungkapkan bahwa “risiko penurunan lapangan kerja menggeser keseimbangan risiko, yang mendorong pemangkasan suku bunga minggu lalu,” dan bahwa pemangkasan suku bunga tersebut mendorong kebijakan ke posisi yang lebih netral.
Powell mengakui adanya risiko pada sektor lapangan kerja, dan menambahkan bahwa “risiko dua sisi berarti tidak ada jalur bebas risiko.”
- Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan bahwa ia terbuka terhadap penggunaan kisaran target inflasi dan memperkirakan tekanan inflasi lebih lanjut ke depannya.
- Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan bahwa ia memperkirakan total tiga pemangkasan suku bunga pada tahun 2025 untuk mendukung pasar tenaga kerja
- Austan Goolsbee dari Fed Chicago mencatat bahwa Fed perlu mencapai inflasi 2%.
Market Movement
Dipasar spot, harga emas mencatatkan kenaikan sebesar $18.39 atau 0.49% berakhir pada level $3,764.20 per ons setelah uji tertinggi $3,791.08 dan terendah $3,636.82.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kenaikan sebesar $40.60 atau 1.08% berada pada level $3,815.70 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir melemah pada sesi Selasa (23/9), berakhir turun sebanyak 8 poin atau 0.08% berakhir pada level 97.23, setelah uji terendah 97.47 dan tertinggi 97.20.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir campuran. AUD/USD berakhir datar, sempat menguat menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Selasa 23 Septebmer 2025,
- AUDUSD : 0.65969 , 0 / -0.01%
- EURUSD : 1.18124 , +12 / +0.11%
- GBPUSD : 1.35224 , +11 / +0.08%
- NZDUSD : 0.58573 , -8 / -0.14%
- USDJPY : 147.631 , -7 / -0.05%
- USDCAD : 1.38332 , +14 / +0.10%
- USDMXN : 18.35190 , +54 / +0.03%
- USDCHF : 0.79114 , -11 / -0.14%
- USDCNH : 7.10820 , -12 / -0.02%
Sentimen
Pada Rabu (24/9), fokus pasar akan tertuju pada data perumahan AS pada pukul 19.30 WIB.