Harga Emas Tertahan di Level Rendah Akibat Penguatan Dolar dan Kenaikan Imbal Hasil
Harga emas tetap berada di bawah level $4.300 per ons pada hari Kamis setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya, tertekan oleh penguatan dolar dan lonjakan imbal hasil obligasi Treasury.
Pergerakan ini terjadi seiring data sektor swasta AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Sejumlah pejabat The Fed juga kembali menegaskan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga pekan lalu sembari memperingatkan risiko inflasi yang masih terus berlanjut.
Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga The Fed berikutnya pada bulan Oktober, naik dari 55% sehari sebelumnya. Di saat yang sama, harga minyak kembali naik setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mempertahankan sikap tegasnya, dengan menyatakan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih diberlakukan. Kenaikan harga minyak menambah tekanan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi akan prospek suku bunga yang lebih hawkish.