
Lagi-lagi Emas Catatkan Rekor Tertinggi Baru Dalam Sejarah
Harga emas kembali mencatatkan sejarah baru, dengan terus mencapai rekor tertinggi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul prospek pelonggaran kebijakan moneter bank-bank sentral di Dunia dan tensi ketegangan geopolitik yang naik-turun.
Pada pembukaan perdagangna hari ini (21/8), Harga emas dibuka datar setelah capai tertinggi $2,531 per ons semalam – sebelum akhirnya berakhir dibawah $2,520 per ons karena isu kemajuan positif dari pembicaraan gencatan senjata di Gaza.
Pada Selasa (20/8), Harga emas (spot) ditutup dengna keuntungan sebanyak sebanyak $9.71 atau 0.39% berada pada level $2,513.45, setelah uji tertinggi $2,531 dan terendah $2,497.
Pada saat yang sama, harga emas berjangka kontrak Desember sebagai kontrak teraktif saat ini menguat sebanyak $9.30 atau 0.37% berada pada level $2,550.60 per ons di Divisi Comex.
Pada perdagangan Rabu (21/8), harga berisiko untuk bergerak lebih rendah karena sebagian besar berita fundamental yang kurang mendukung kenaikan harga. Tanda-tanda melemahnya permintaan fisik di Tiongkok diperkirakan akan membatasi kenaikan Emas.
Data menunjukkan bahwa Impor logam mulia Tiongkok pada bulan Juli turun sebanyak 24% menjadi 44,6 ton, level terendah dalam lebih dari dua tahun.
Hari ini, tidak ada data ekonomi besar yang akan menggerakkan pasar. Fokus hanya akan tertuju pada pembacaan risalah pertemuan FOMC pda dini hari nanti pukul 01:00 WIB.
Dolar
Indeks Dolar AS mencatatkan level terendah baru dalam setahun terakhir karena spekulasi pemangkasan suku bunga the Fed yang tak terhindarkan. Pasar sepenuhnya akan menantikan pidato Kepala Fed Jerome Powell dalam agenda tahunan Jackson Hole pada Jumat mendatang.
Hingga akhir penutupan perdagangan Selasa (20/8), Dolar diperdagangkan melemah sebanyak 49 poin atau 0.48% berada pada level 101.37, setelah uji terendah 101.31.
Lemahnya Dolar mendarong pasar rival utamanya bergerak lebih tinggi, memanfaatkan momentum minimnya data ekonomi internal. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan 20 Agustus 2024,
- AUDUSD : 0.67444 , +15 / +0.22%
- EURUSD : 1.11290 , +45 / +0.40%
- GBPUSD : 1.30318 , +42 / +0.33%
- NZDUSD : 0.61530 , +43 / +0.70%
- USDJPY : 145.252 , -134 / -0.92%
- USDCAD : 1.36183 , -14 / -0.10%
- USDCHF : 0.85397 , -87 / -1.01%
- USDCNH : 7.13810 , +95 / +0.13%
Minyak
Kemajuan pembicaraan gencatan senjata hingga laporan melemahnya import minyak Tiongkok menyeret harga minyak mentah dunia terkoreksi selama sesi perdagangan Selasa (20/8).
Berikut adalah posisi harga minyak pada penutupan 20 Agustus 2024,
- OIL (SPOT) : $73.13 , -$0.56 / -0.76%
- WTI : $73.17 , -$0.49 / -0.67%
- BRENT : $77.20 , -$0.46 / -0.59%
Sentimen
Pada perdagangan Rabu (21/8), tidak ada rangkaian data ekonomi AS yang akan dirilis selama sesi Amerika. Pasar hanya akan terfokus pada pembacaan risalah pertemuan FOMC pada Kamis dini hari pada pukul 01:00 WIB.
Hingga sepekan kedepan Simposium Jackson Hole akan menjadi pusat perhatian pasar karena diharapan akan memberikan signal tentang kelangsungan kebijakan moneter bank-bank sentral di Dunia. Kepala Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidatonya pada Jumat bersama dengan kepala Bank Sentral Dunia lainnya.