Perang Tarif, Tingkatkan Kekhawatiran Resesi
Harga emas menyelesaikan perdagangan Selasa (4/3) dengan kenaikan tajam, merespon pelemahan tajam indeks Dolar AS setelah Kanada dan Tiongkok mengumumkan tindakan balasan atas tarif baru mulai diberlalukan AS sejak Selasa.
Tindakan balasan memicu volatilitas pasar global, menekan pergerakan Dolar dibawah ke titik terendah Desember tahun lalu dan menopang perdagangan emas dan rival utama Dolar lainnya.
Kanada membalas tarif AS dengan tarif sebesar 25% atas barang-barang AS senilai C$30 miliar dan tarif tambahan akan diberlakukan dalam tiga minggu.
Merespon serangkaian fundamental tersebut, harga emas diperdagangkan menguat kembali diatas $2,900 – ditutup naik sebanyak $25.43 atau 0.88% berakhir pada level $2,917.47 per ons, setelah uji tertinggi $2,927 dan terendah $2,881.
Pada saat yang sama emas berjangka kontrak April sebagai kontrak teratif saat ini ditutup menguat sebanyak $19.50 atau 0.67% berakhir pada level $2,920.60 per ons, setelah uji tertinggi $2,939 dan terendah $2,892 di Divisi Comex.
Dipasar komoditas lainya, harga minyak diperdagangkan turun tajam ke level $66 per barel dipasar spot setelah serangkaian fundamental global yang memperburuk sentimen pasar.
Kombinasi dari kekhawatiran geopolitik, rencana OPEC+ untuk menaikkan produksi pada bulan April, dan tarif AS menyebabkan harga minyak mentah dunia turun mencapai titik terendah tahunan baru sejak Oktober.
Berikut adalah posisi harga minyak pada penutupan perdagangan Selasa (4/3) pada pukul 05:00 WIB,
- OIL (SPOT) : $67.73 , -$0.44 / -0.65%
- WTI : $68.26 , -$0.11 / -0.16%
- BRENT : $71.04 , -$0.58 / -0.81%
Dolar
Dolar AS diperdagangkan anjlok pada Selasa (4/3), menandai penurunan hari kedua – menuju titik terendah Desember setelah kekhawatiran resesi global muncul akibat perang tarif AS dengan sekutunya dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, mengakhiri perdagangan Selasa (4/3) dengan kerugian sekitar 100 poin atau 0.94% berakhir pada kisaran 105.54, setelah capai tertinggi 106.66 dan terendah 105.52.
Sekelompok matauang berisiko diperdagangkan menguat menyusul pelemahan Dolar. AUD/USD berhasil ditutup menguat hampir 1% setelah sempat anjlok ke terendah baru dalam satu bulan terakhir.
AUD/USD cukup tertekan ketika mendengar Keputusan Presiden Trump untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10% Terhadap Tiongkok, terutama karena Tiongkok merupakan pasar ekspor Utama Australia.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan Selasa (4/3) pada pukul 05:00 WIB,
- AUDUSD : 0.62691 , +47 / +0.75%
- EURUSD : 1.06240 , +139 / +1.33%
- GBPUSD : 1.27936 , +93 / +0.74%
- NZDUSD : 0.56635 , +48 / +0.85%
- USDJPY : 149.798 , +33 / +0.22%
- USDCAD : 1.43983 , -84 / -0.58%
- USDMXN : 20.59240 , -804 / -0.39%
- USDCHF : 0.88931 , -73 / -0.81%
- USDCNH : 7.24790 , -475 / -0.65%
Sentimen
Pada Rabu (5/3), Fokus pasar akan bergeser pada rangkaian data tenaga kerja Amerika yang akan dimulai dari laporan ADP Employment Change hari ini pukul 20:15 WIB. Pada sesi Asia, pasar akan menantikan laporan gdp Australia, disusul rangkaian PMI Service Tiongkok, Eropa dan Amerika.
Dari faktor fundamental lainnya, Investor diharapkan untuk memperhatikan perkembangan geopolitik dan Perang Dagang.