Saham Indonesia Turun Akibat Kekhawatiran Global
Saham-saham Indonesia turun 42 poin, atau 0,7%, ke level 6.332 pada perdagangan Kamis pagi, membalikkan kenaikan hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring melemahnya kontrak berjangka (futures) AS setelah Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan semalam, dipicu oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang memicu kekhawatiran akan inflasi.
Di dalam negeri, para ekonom memperingatkan bahwa langkah Bank Indonesia pada bulan September untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil selama tiga bulan berturut-turut mungkin hanya merupakan jeda sementara, mengingat masih tingginya risiko eksternal akibat kenaikan imbal hasil global, volatilitas harga minyak, dan tekanan geopolitik.
\Para pembuat kebijakan juga menghadapi tantangan berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi, belanja rumah tangga yang lesu, dan sentimen pasar yang rentan, terutama karena nilai tukar rupiah masih rawan terhadap kembali menguatnya dolar AS dan arus keluar modal asing.
Meski demikian, penurunan indeks tertahan oleh pertumbuhan kredit yang tangguh, dengan angka bulan Agustus mendekati level tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Penurunan terjadi secara luas di berbagai sektor, dipimpin oleh sektor bahan baku, kesehatan, dan properti. Saham-saham yang mencatat penurunan signifikan antara lain Bumi Resources (-3,1%), Pertamina Geothermal (-2,3%), dan Indika Energi (-1,8%).