Saham Jepang Menarik Arus Masuk Asing Sebesar $18,6 Miliar, Rekor Tertinggi, Setelah Aksi Jual Selama 3 Minggu
Investor asing menginvestasikan rekor 2,96 triliun yen ($18,65 miliar) ke saham-saham yang terdaftar di Tokyo pada pekan yang berakhir 4 April, membalikkan tren penjualan selama tiga minggu berturut-turut karena meredanya ketegangan geopolitik dan pola perdagangan akhir tahun fiskal menarik pembeli kembali ke pasar Jepang.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan arus masuk tersebut menandai pembalikan tajam setelah investor luar negeri melakukan penjualan besar-besaran sepanjang Maret.
Pemulihan ini terjadi karena investor semakin yakin bahwa gencatan senjata sementara antara AS dan Iran akan bertahan, meredakan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas dan membantu menghidupkan kembali selera terhadap aset berisiko di seluruh Asia.
Pasar saham Jepang merespons dengan cepat.
Indeks Nikkei 225 naik 5,39% pada hari Rabu dan menyentuh level tertinggi tiga tahun karena pembelian menyebar di saham-saham unggulan, dengan eksportir dan saham siklikal lainnya menjadi penerima manfaat utama.
Arus Masuk Asing Kembali
Pembacaan mingguan terbaru menggarisbawahi betapa cepatnya sentimen luar negeri terhadap saham Jepang dapat berubah.
Investor asing telah menjual sekitar 7,37 triliun yen saham Jepang pada bulan Maret, tetapi kembali dengan kekuatan penuh pada awal tahun fiskal baru.
Sebagian dari perubahan tersebut tampaknya mencerminkan faktor musiman daripada perubahan fundamental secara menyeluruh.
Menjelang akhir tahun fiskal Jepang, lembaga keuangan asing sering memindahkan kepemilikan saham Jepang ke cabang luar negeri untuk mendapatkan keuntungan pajak terkait dividen dan mengelola hak suara secara lebih efisien.
Hal itu cenderung menciptakan tekanan jual buatan pada bulan Maret, diikuti oleh pemulihan pada awal April.
Tomochika Kitaoka, seorang analis di Nomura, mengatakan bahwa arus musiman tersebut kemungkinan memperkuat reli karena investor melepaskan posisi yang dibangun sebelum akhir tahun fiskal.
Gencatan Senjata Meningkatkan Suasana Pasar
Perbaikan sentimen geopolitik memberi investor alasan tambahan untuk kembali membeli saham di pasar.
Rasa lega karena ketegangan AS-Iran mereda mendukung pemulihan yang luas di aset berisiko global, dan pasar ekuitas Jepang adalah salah satu penerima manfaat yang paling jelas.
Reli tersebut mencerminkan lebih dari sekadar penutupan posisi short.
Investor kembali ke saham-saham besar dan likuid yang cenderung menarik dana asing selama periode peningkatan kepercayaan, menunjukkan bahwa pergerakan tersebut sebagian didorong oleh alokasi baru daripada reposisi taktis semata.
Hal itu penting karena Jepang tetap menjadi pasar favorit bagi dana global yang mencari eksposur ke Asia tanpa mengambil risiko langsung terhadap Tiongkok.
Ketika ketegangan geopolitik mereda, pasar seringkali menjadi penerima awal aliran dana asing yang diperbarui.
Permintaan obligasi tetap kuat
Investor luar negeri juga membeli obligasi jangka panjang Jepang senilai 2,46 triliun yen selama periode tersebut, menurut data.
Hal itu terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah Jepang acuan naik menuju level tertinggi dalam hampir tiga dekade, meningkatkan daya tarik pendapatan tetap bagi investor internasional.
Peningkatan permintaan simultan untuk saham dan obligasi menunjukkan penilaian ulang yang lebih luas terhadap aset Jepang.
Imbal hasil domestik yang lebih tinggi membuat pasar obligasi Jepang semakin sulit diabaikan, sementara stabilisasi sentimen risiko eksternal membantu saham mendapatkan kembali momentumnya.
Apa yang akan diperhatikan investor
Pertanyaan kuncinya sekarang adalah apakah peningkatan pembelian asing dapat dipertahankan setelah efek musiman memudar.
Jika arus masuk terus berlanjut dalam beberapa minggu mendatang, investor dapat menganggapnya sebagai bukti bahwa reli Jepang memiliki dukungan yang lebih dalam dari pengalokasi aset global.
Untuk saat ini, kombinasi arus masuk saham mingguan yang mencapai rekor, permintaan obligasi yang lebih kuat, dan level tertinggi tiga tahun di Nikkei menunjukkan bahwa investor luar negeri sekali lagi bersedia menambah eksposur ke Jepang, asalkan latar belakang geopolitik tetap tenang dan imbal hasil domestik tetap mendukung.