Tembus $4.000, Goldman Naikkan Target Harga Emas Hingga $4,900 di 2026
Emas berjangka (Dec) berakhir menguat tajam diata $4,000 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah emas, setelah sempat menguat mencapai tertinggi $4,014 pada sesi Amerika.
Pergolakan politik global menjadi salah satu pemicu investor untuk kembali mencari perlidungan pada aset-aset safehaven, mendorong emas dan Dolar AS menguat bersamaan.
Key Highlihts
- Shutdown pemerintah AS terjadi semakin berkepanjangan – memasuki hari ke 8 pada Rabu (8/10), terhitung sejak 1 Oktber 2025. Pemerintah Federal AS resmi ditutup semetara. Pemerintah mulai menutup operasinya karena Kongres gagal memajukan RUU pendanaan.
- Berdasarkan jajak pendapat Kalshi, penutupan pemerintah AS akan berlangsung setidaknya selama 21 hari atau 3 pekan.
- Prospek The Fed semakin rumit karena penutupan pemerintah (shutdown) mengancam penundaan data-data penting karena shutdowon berkepanjangan. Sejauh ini, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan 29 Oktober tetap tinggi, berada di angka 99% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
- Ketidakpastian politik di Prancis dan Jepang terus menjadi sorotan pasar global. terlebih sejak Sébastien Lecornu, mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Prancis setelah kurang dari sebulan menjabat. Hal ini, semakin memicu ketegangan politik dan kebijakan Pemerintah Prancis.
- Goldman Sachs merevisi perkiraan harga emas tahun 2026 dari $4.300 menjadi $4.900, dengan alasan arus masuk yang kuat ke ETF emas dan permintaan bank sentral.
- Laporan terbaru memperlihatkan bahwa Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) telah menambahkan emas batangan ke dalam cadangan devisanya pada bulan September untuk bulan kesebelas berturut-turut.
Market Movement
Pada Selasa (7/10), harga emas (spot) berakhir menguat pada titik tertinggi sepanjang masa – mendekati level $4,000 . Emas (spot) mencatatkan kenaikan sebesar $24.65 atau 0.62% berakhir pada level $3,984.49 per ons, setelah uji tertinggi $3,990.93 dan terendah $3,940.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kenaikan sebesar $31.60 atau 0.79% berada pada level $4,007.90 per ons di Divisi Comex, setelah uji tertinggi $4,014.60 dan terendah $3,963.40 di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir menguat pada Selasa (7/10) – menguat sebanyak 46 poin atau 0.47% berakhir pada level 98.56, setelah uji terendah 98.08 dan tertinggi 98.66.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir melemah ditengah perburuan safehaven. Yen Jepang melemah secara signifikan terhadap Dolar pada perdagangan Selasa (7/10). Saat ini, Investor bersiap menghadapi kebijakan pro-stimulus di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Takaichi yang baru.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Selasa, 7 Oktober 2025,
- AUDUSD : 0.65792 , -36 / -0.54%
- EURUSD : 1.16555 , -51 / -0.44%
- GBPUSD : 1.34226 , -62 / -0.46%
- NZDUSD : 0.57981 , -41 / -0.71%
- USDJPY : 151.889 , +154 / +1.02%
- USDCAD : 1.39480 , +8 / +0.06%
- USDMXN : 18.38430 , +514 / +0.28%
- USDCHF : 0.79810 , +34 / +0.42%
- USDCNH : 7.13980 , +40 / +0.06%
Sentimen
Pada Rabu (8/10), Perkembangan Shutdown AS akan menjadi berita utama setelah penutupan pada 1 Oktober 2025. Serangkaian data AS minggu ini terancam tidak dirilis karena penutupan pemerintahan.
Sepanjang hari ini, pasar akan terfokus pada pembacaan risalah pertemuan FOMc September pada pada pukul 01:00 WIB.