Bursa Eropa Bangkit Seiring Meredanya Harga Minyak, Namun Terbebani Guncangan Politik Jerman dan Sikap Hawkish ECB
Pasar saham Eropa mencatat pemulihan moderat pada hari Senin; indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,5% karena penurunan harga minyak mentah memberikan sentimen positif yang sangat dibutuhkan bagi ekspektasi margin, sekaligus mengimbangi dampak guncangan politik yang tajam di Jerman.
Kenaikan menyeluruh ini memungkinkan bursa saham Eropa untuk kembali stabil setelah aksi jual tajam pada Jumat sore pekan lalu. Saat itu, indeks STOXX 600 kehilangan seluruh keuntungan mingguan dan ditutup turun 0,33%—mencatatkan penurunan mingguan ketiga berturut-turut—akibat keputusan Saudi Aramco menghentikan alokasi minyak mentah ke Eropa menyusul serangan terhadap jalur pipa Timur-Barat miliknya.
Indeks CAC 40 Prancis dan FTSE MIB Italia masing-masing naik 0,5%, sementara indeks FTSE 100 London naik tipis 0,1%.
Sektor energi menjadi katalis utama bagi pemulihan pasar saham pada hari Senin, di mana harga minyak mentah berjangka turun 1,7% di pasar global seiring menguatnya bukti bahwa pasokan fisik berhasil menghindari hambatan jalur pelayaran di Timur Tengah.
Pernyataan pejabat ECB menjadi sorotan saat pasar obligasi mencermati arah kebijakan suku bunga
Para pelaku pasar di Eropa tetap bersikap hati-hati menjelang penampilan publik yang dijadwalkan bagi Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dan anggota Dewan Eksekutif Piero Cipollone pada hari yang sama.
Para pengelola investasi di pasar obligasi dan saham tengah mencari petunjuk arah (forward guidance) mengenai kebijakan suku bunga ECB, mengingat pasar obligasi pemerintah masih terguncang akibat keputusan bank sentral dua pekan lalu untuk menaikkan biaya pinjaman menjadi 2,50%.
Dengan tingkat inflasi Zona Euro yang masih bertahan di atas target, pelaku pasar ingin mencermati apakah para pembuat kebijakan di Frankfurt memandang kenaikan suku bunga baru-baru ini sebagai langkah penyesuaian tunggal untuk merespons guncangan energi, atau sebagai awal dari sikap kebijakan restriktif yang berkepanjangan.