AS Menyelesaikan Malam ke-6 Serangan Berturut-turut Terhadap Iran di Tengah Ketegangan Hormuz
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pada Kamis malam bahwa pihaknya telah menyelesaikan malam keenam berturut-turut serangan terhadap Iran, dengan ketegangan di Selat Hormuz tetap tinggi di tengah sinyal yang saling bertentangan mengenai jalur pelayaran melalui perairan tersebut.
Iran menyatakan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di negara-negara Teluk sekitarnya pada dini hari Jumat, dan kembali menegaskan bahwa Hormuz telah ditutup. Media Iran juga melaporkan bahwa serangan AS terbaru telah menghantam sejumlah infrastruktur sipil, termasuk lima jembatan dan sebuah stasiun kereta api.
CENTCOM menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran dan “meminta pertanggungjawaban Iran” atas serangan terhadap kapal-kapal komersial.
Pelayaran melalui Hormuz sebagian besar terhenti awal pekan ini, berdasarkan data Marine Traffic, setelah Iran kembali memblokade perairan tersebut, sementara AS memberlakukan kembali blokade angkatan lautnya terhadap negara itu.
Rangkaian permusuhan terbaru ini bermula dari serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Hormuz, yang diklaim Iran sedang mencoba melintasi perairan tersebut melalui rute yang tidak ditetapkan oleh Teheran.
Iran juga memberi sinyal awal pekan ini bahwa pihaknya dapat mendorong sekutu Houthi-nya di Yaman untuk menyerang pelayaran di selat penting lainnya di Laut Merah.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada Juli ini menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, dengan status nota kesepahaman Juni antara kedua negara yang masih belum jelas.
Trump mengancam akan menyerang fasilitas nuklir dan energi Iran jika negara itu tidak menyetujui kesepakatan damai baru.
Laporan menunjukkan bahwa presiden juga mempertimbangkan penggunaan pasukan darat untuk merebut Pulau Kharg milik Iran, sebuah terminal ekspor minyak utama bagi negara tersebut.