Harga Minyak Menuju Lonjakan Mingguan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Harga minyak naik tipis dalam perdagangan Asia pada hari Jumat dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang tajam, seiring meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat para trader tetap waspada terhadap risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah, meski terjadi aksi ambil untung belakangan ini.
Per pukul 07:36, Brent Oil Futures yang jatuh tempo pada September naik 0,8% menjadi $84,88 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,9% menjadi $79,62 per barel.
Kedua acuan harga tersebut menuju kenaikan lebih dari 11% dalam pekan ini, setelah eskalasi terbaru dalam permusuhan menambahkan premi risiko geopolitik yang signifikan pada harga.
Militer AS menyatakan telah melancarkan serangan malam keenam berturut-turut terhadap Iran pada hari Kamis untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran.
Teheran berulang kali mengancam akan mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan bahan bakar global.
Aktivitas pelayaran melalui selat tersebut sudah mulai melambat. Lalu lintas kapal turun tajam pekan ini menyusul pemberlakuan kembali blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Namun sejauh ini, pasar berhasil menghindari reli eksplosif lainnya meski terjadi lonjakan 10% pada hari Senin, karena para trader mempertimbangkan kemungkinan gangguan pasokan berkepanjangan dengan prospek bahwa para produsen dapat mengimbangi sebagian kekurangan tersebut.
Para investor memantau perkembangan diplomatik setelah laporan menunjukkan bahwa mediator regional, termasuk Qatar, Mesir, dan Pakistan, terus melanjutkan pembicaraan meski gencatan senjata sebelumnya telah gagal.
Data persediaan AS yang dirilis pekan ini juga menunjukkan pasar minyak mentah yang semakin ketat. Badan Informasi Energi (EIA) menyatakan cadangan minyak mentah AS turun sebesar 1,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 10 Juli menjadi 409,7 juta barel, penurunan yang lebih besar dari perkiraan, sementara persediaan bensin turun sebesar 1,5 juta barel.
Sebelumnya dalam pekan ini, data industri dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sekitar 564.000 barel untuk periode yang sama, penurunan yang lebih kecil dari yang diperkirakan para analis.