Investor Bimbang, Tunggu Pertemuan Trump-Xi
Mayoritas pasar saham global menguat selama sesi perdagangan Kamis (24/4), Harga emas pulih dari kerugian tajam selama dua hari terakhir. Sedangkan Indeks Dolar diperdagangkan melemah setelah serangkaian data ekonomi AS dirilis mengecewakan.
Sentimen pasar global secara luas masih diselimuti dengan ketidakpastian fundamental perang dagang dan meningkatnya taruhan terhadap pemangkasan suku bunga AS.
- Tradewar
Pada Kamis (24/4), Trump mengungkapkan pertemuan diadakan lebih awal dengan Tiongkok. Sejauh ini hasil pertemuan masih belum diketahui. Trump melunakkan pembicaraan tentang tarif, tetapi Tiongkok menolak negosiasi dan menuntut pembatalan penuh.
Pasar masih dibuat kebingungan dengan yang terjadi saat ini, Dimana Presiden AS Donald Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent menepis klaim pemotongan tarif sepihak atas barang-barang China. Trump mengisyaratkan potensi keringanan tarif jika pembicaraan berlanjut. Disisi lain, pejabat China menegaskan kembali bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung, dan menuntut penghapusan tarif timbal balik sebelum dialog dilanjutkan.
- Fed Rate Probabilities
Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserves AS meningkat pada Kamis (24/4) menjadi 62.% pda pertemuan bulan Juni menurut pantauan Fed Watch Tools. Angka tersebut meningkat dari sebelumnya pada 58.6% pada 23 April.
Komentar Pejabat Federal Reserve (Fed) menjadi berita utama minggu ini, dimana Presiden Fed Cleveland Beth Hammack menyatakan Fed dapat bertindak secepatnya pada bulan Juni jika data mendukungnya tetapi menekankan bahwa ketidakpastian membebani perencanaan bisnis.
Gubernur Fed Christopher Waller juga menyuarakan nada yang sama. Waller mengatakan, “pemotongan suku bunga dapat terjadi karena meningkatnya pengangguran.”
Probabilitas pasar menunjukkan 94% Fedaka mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Mei. Penurunan suku bunga diperkirakan akan terjadi pada Juni.
Market Movement
Dari rangkaian berita yang beredar, sejauh ini perang tarif masih akan menjadi faktor utama yang penuh dengan ketidakpastian dan dapat kembali menggoyahkan pasar.
- Pada Kamis (24/4) Harga emas mengakhiri kerugiaan tajam selama dua hari berturut-turut, mencatakan kenaikan sebesar $61.44 atau 1.87% berakhir pada level $3,349.58 per ons, setelah uji tertinggi $3,367.32 dan terendah $3,288.04.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak Juni sebagai kontrak teraktif saat ini – ditutup naik sebanyak $54.50 atau 1.65% berakhir pada level $3,348.60 per ons di Divisi Comex, setelah uji tertinggi $3,377 dan terendah $3,301.30.
- Dolar AS terkoreksi menyusul ketidakpastian ekonomi, perang dagang dan harapa pemangkasan suku bunga the Fed. Buruknya data ekonomi AS, turut menambahkan tekanan turun pada Dolar. 📌 US Chicago Fed National Activity (Mar), -0.03 (A) vs. 0.18 (P)
📌 US Core Durable Goods Orders (MoM) (Mar), 0.0% (A) vs. 0.2% (F) vs. 0.7%
📌 US Durable Goods Orders (MoM) (Mar), 10.4% (A) vs. 1.5% (F) vs. 1.0%
📌 US Initial Jobless Claims, 222K (A) vs. 222K (F) vs. 216K (P)
📌 US Existing Home Sales (Mar), 4.02M (A) vs. 4.14M (F) vs. 4.26M (P)
📌 US Existing Home Sales (MoM) (Mar), -5.9% (A) vs. -3.0% (F) vs. 4.2% (P)
Indeks Dolar (DXY) AS, yang melacak kinerja Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama Dunia diperdagangkan melemah sebanyak 60 poin atau 0.60% berakhir pada level 99.30, setelah uji terendah 99.87 dan tertinggi 99.22.
Dipasar rival utamanya, sekeranjang matauang berisiko berakhir menguat menyusul pelemahan Dolar AS. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan Rabu (23/4) pada pukul 04:00 WIB,
- AUDUSD : 0.64084 , +50 / +0.79%
- EURUSD : 1.13896 , +77 / +0.69%
- GBPUSD : 1.33407 , +90 / +0.68%
- NZDUSD : 0.59969 , +52 / +0.88%
- USDJPY : 142.577 , -81 / -0.56%
- USDCAD : 1.38480 , -31 / -0.22%
- USDCHF : 0.85668 , +261 / +3.14%
Sentimen
Pada Jumat (25/4), pasar akan terfokus pada perkembangan pembahasan tarif AS-Tiongkok. Tidak ada data ekonomi Amerikan yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB malam nanti.
Pada sesi Asia, pasar akan diramaikan oleh rangkaian data inflasi Jepang dan Penjualan ritel Inggris pada siang hari nanti.