Dolar AS Merasa Tidak Disukai karena Investor Melihat
Dolar AS Merasa Tidak Disukai karena Investor Melihat Risiko yang Meningkat Dolar AS tetap berada di posisi yang tidak stabil
Dolar AS Merasa Tidak Disukai karena Investor Melihat Risiko yang Meningkat Dolar AS tetap berada di posisi yang tidak stabil
Aksi profit taking mendominasi perburuan dipasar Amerika semalam. Harga emas dan perak anjlok menghapus keuntungan hariannya dan berakhir melemah meskipun
Harga emas meroket, melonjak dari sesi terendah hariannya pada Jumat malam (9/1) ketika laporan tenaga kerja AS mencatatkan hasil yang
Harga emas masih bertahan diatas $4,200 per ons hingga akhir penutupan perdagangan Kamis (4/12), setelah terombang-ambing ditengah ketidakpastian ekonomi dan
Emas melemah pada hari Kamis karena aksi ambil untung setelah mencapai level tertinggi hampir dua minggu pada sesi sebelumnya, sementara
Saham Asia merosot ke level terendah dalam satu bulan pada hari Selasa, dengan aksi jual terberat terjadi di pasar-pasar berbasis
Bergerak diluar kebiasaannya, emas dan dolar naik beriringan ketika volatilitas diseluruh instrument keuangan meningkat karena data tenaga kerja dan aktifitas
Investor memasuki perundingan dagang minggu ini antara para pemimpin AS dan Tiongkok dengan perasaan deja vu, gembira dengan pengumuman gencatan
Bertahan diatas $4,100 per ons, harga emas tetap kuat ditengah kegelisahan pasar tentang polemik ekonomi dan gejolak pasar keuangan Global.
Pasar ekuitas Eropa kembali menarik minat investor global, karena imbal hasil yang tangguh dan valuasi yang lebih rendah menawarkan alasan
MahadanaNews.com sebagai website resmi PT Mahadana Asta Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.
PT. Mahadana Asta Berjangka adalah Pialang Berjangka yang memiliki ijin dan berada dibawah naungan Bappebti, merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.