Kontrak Berjangka Saham AS Stabil Setelah Aksi Jual Pasar
Kontrak berjangka saham AS bergerak stabil pada hari Kamis setelah indeks-indeks utama turun pada sesi sebelumnya; pergerakan ini dipicu oleh data ekonomi yang kuat, hasil lelang obligasi pemerintah (Treasury) yang lemah, serta kekhawatiran inflasi akibat harga energi yang mendorong imbal hasil Treasury ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Pada perdagangan reguler hari Rabu, indeks Dow turun 0,68%, S&P 500 melemah 0,75%, dan Nasdaq Composite merosot 1,13%. Sepuluh dari 11 sektor S&P berakhir di zona merah, dipimpin oleh sektor layanan komunikasi, utilitas, dan barang konsumsi non-primer (consumer discretionary). Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun—yang menjadi acuan pasar—naik ke kisaran 5,11%, level tertinggi sejak Juli 2007.
Kenaikan ini terjadi menyusul data PMI S&P Global yang menunjukkan kuatnya pesanan baru serta lonjakan inflasi harga input dan output ke level tertinggi dalam beberapa tahun, sehingga memicu ekspektasi adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve tahun ini.
Harga minyak juga kembali menguat di tengah ketidakpastian mengenai perkembangan pembicaraan antara AS dan Iran. Saat ini, para investor menantikan data mingguan klaim tunjangan pengangguran terbaru serta laporan kinerja keuangan dari Costco dan Darden Restaurants.