Krisis Energi Kemungkinan Akan Lebih Ringan Mempengaruhi Negara-Negara Maju Dibandingkan Tahun 1970-an
Negara-negara maju tampak lebih siap menghadapi krisis energi saat ini dibandingkan tahun 1970-an, kata Joerg Kraemer dari Commerzbank dalam sebuah catatan. Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, baru-baru ini mengatakan bahwa guncangan energi saat ini lebih buruk daripada gabungan guncangan tahun 1973, 1979, dan 2022. Produksi minyak mentah harian memang telah turun lebih tajam daripada sebelumnya, kata Kraemer. Namun, ekonomi modern kurang intensif energi, cadangan strategis lebih besar, dan AS sekarang menjadi pengekspor bersih minyak dan LNG, katanya. Pada tahun 1974, harga minyak naik 250%, dibandingkan dengan proyeksi 60% pada tahun 2026. Tetapi risiko dapat meningkat jika gangguan terus berlanjut. “Sepertinya masih terlalu dini untuk menyatakan semuanya aman,” kata Kraemer.