Pasar Obligasi Bantu Dolar Menguat, Sementara Infeksi Covid19 di China Sebar Sentimen Negatif Dipasar Global
Indeks Dolar Amerika berakhir Doji setelah dibuka dengan gap naik dipembukaan pasar Asia Senin (14/11), sebelumnya Dolar anjlok dalam dua sesi perdagangan berturut-turut karena perlambatan inflasi AS untuk pertama kali dibawah 7% sejak capai level tertinggi dalam 40 tahun. Minimnya data ekonomi dan sentimen fundamental membawa Dolar bergerak dalam kisaran yang sempit – bertahan dibawah 106 hingga akhir perdagangan Amerika.
Dolar berakhir dengan keuntungan sekitar 49 poin tau 0.46% berakhir pada level 106.87, setelah uji tertinggi 107.28 dan terendah 106.46. Kenaikan Dolar sedikitnya didukung oleh kembali dibukanya pasar obligasi AS setelah libur selama hari Veteran. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS tercatat menguat sebanyak 0.89% pada kisaran 3.863%, sedangkan imbal hasil obligasi 2tahun AS naik sekitar 1.69% pada level 4.3993%.
Diseluruh papan matauang utama rival Dolar, GBP/USD diperdagangkan melemah sebanyak 81 poin atau 0.69% berakhir pada level 1.1751, setelah uji tertinggi 1.1828 dan terendah 1.1710. EUR/USD melemah sebanyak 27 poin atau 0.26% berakhir pada level 1.0326. setelah uji tertinggi 1.0358 dan terendah 1.0271. Sedangkan AUD/USD melemah tipis hanya sekitar 6 poin atau 0.09% berakhir pada level 0.6698.
Terhadap Dolar, Yen Jepang melemah sekitar 112 poin atau 0.80% pada level 139.87, sedangkan Swissfranc melemah ke level 0.9431, naik sekitar 21 poin atau 0.22%.
Emas
Harga emas kembali melanjutkan penguatan pekan lalu, kembali capatatkan level tertinggi dalam tiga bulan terakhir pada level $1775 ditengah pelemahan Dolar. Sayangnya pergerakkan awal pekan ini cenderung sempit karena minimnya data dan rangkaian fundamental besar.
Pasar emas terlihat sedikit memperhatikan pertemuan Joe Biden dan Xi Jinping dalam G20 di Bali, Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua Presiden mengatakan mereka ingin menemukan arah yang benar dan mengelola perbedaan mereka.
Dari konflik geoplitik, ketegangan mereda karna ada harapan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina dapat segera mereda setelah Moskow mundur dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa negara itu siap untuk perdamaian. Meskipun beberapa pengamat melihat bahwa Rusia mungkin tidak akan kembali dari wilayah separatis.
Dipasar spot, harga emas menyelesaikan perdagangan Senin (14/11) dengan kerugian tipis, melemah hanya sekitar 26 sen atau 0.01% berakhir pada level $1,771.00 per ons, setelah uji tertinggi $1,775. Emas berjangka kontrak Desember memenyelesaikan perdagangan Senin (14/11) dengan keuntungan sebanyak $7.50 atau 0.42% berakhir pada level $1,776.90 per ons di Divisi Comex.
Minyak
Harga minyak mentah dunia berakhir melemah tajam menghapus keuntungan sebelumnya karena pasar merespon berita negatif yang datang dari China, karena negara tersebut terus melaporkan rekor penularan virus corona di Beijing dan kota-kota besar lainnya.
Dipasar spot, harga minyak diperdagangkan merosot sebanyak $3.77 atau 4.42% berada pada level $85.23 per barel, setelah uji tertinggi $89.85 dan terendah $85.15. Minyak mentah berjangka WTI AS anjlok sebanyak $3.39 atau 3.96% berada pada level $85.57 per barel, sedangkan Brent Londong berakhir melemah sebanyak $2.85 atau 3.06% pada level $93.14 per barel.
Sentimen
Memasuki sesi perdagangan Selasa, fokus utama pasar global akan tertuju pada data ekonomi China yang akan dirilis pada sesi Asia hari ini pukul 9:00 WIB. Disesi Eropa, laporan Tenaga Kerja Inggris akan dirilis pada pukul 14:00 WIB, diikuti laporan GDP Eropa yang akan dirilis pada pukul 17:00 WIB.
Disesi Amerika malam nanti, fokus pasar akan tertuju pada laporan inflasi produsen AS pad pukul 20:30 WIB.