Prospek Pemangkasan Suku Bunga Pudar, Emas Merosot
Harga emas mengikis keuntungan hariannya, terkoreksi dari titik tertinggi $4,132 per ons setelah rumor perdamaian Ukraina dan hilangnya dominasi pemangkasan suku bunga the pada pertemuan Desember melemahkan permintaan emas sebagai safehaven.
Disisi lain, Dolar AS melonjak – naik melampaui level 100 mendekati titik tertinggi November. Pasar keuangan global diperkirakan akan sangat volatile malam ini.
Key Highlights
- Untuk pertama kalinya sejak 2013, kita tidak akan menerima laporan ketenagakerjaan bulanan menyusul keputusan Departemen Tenaga Kerja AS yang mengumumkan ‘PEMBATALAN’ rilis laporan ketenagakerjaan bulan Oktober.
- Mengenai laporan NFP Oktober dan November, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengungkapkan bahwa laporan tersebut akan dipublikasikan pada 16 Desember, setelah rapat terakhir Fed.
- Taruhan terhadap pemangkasan suku bunga the Fed anjlok setelah BLS membatalkan perilisan data tenaga kerja Oktober. Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, prospek pemangkasan suku bunga Desember anjlok menjadi hanya sebesar 31.4% per Rabu turun dari sekitar 50-46% pada Selasa.
- Dalam rapat terakhir, Ketua The Fed, Jerome Powell, memperingatkan bahwa penurunan suku bunga pada bulan Desember masih jauh dari pasti, sambil menambahkan bahwa terdapat “perbedaan pandangan yang sangat besar” di dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
- FT mengungkapkan Rumor bahwa pejabat AS dan Rusia tengah menyusun rencana perdamaian baru untuk Ukraina.
Market Movement
Pada Rabu (19/11), Harga emas gaga mempertahankan kenaikannya, merosot ditengah keuntungan Dolar yang mencoba berakhir diatas level 100. Emas mencatatkan kenaikan hanya sebesar $10.84 atau 0.27% berakhir pada level $4,077.45 per ons, setelah uji tertinggi $4,132 dan terendah $4,055.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (DEC) mencatatkan kenaikan sebesar $16.30 atau 0.40% berakhir pada level $4,082.80 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir menguat – mencatatkan keuntungan sebesar 53 poin atau 0.53% berakhir pada level 100.12, setelah uji terendah 99.49 dan tertinggi 100.24. Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko berakhir melemah ditengah penguatan Dolar.
Yen Jepang (JPY) terus menjadi sorotan setelah melemah terhadap Dolar AS (USD) sejak awal pekan karena kebijakan fiskal ekspansif Jepang di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dorongan pemerintah untuk pengeluaran skala besar dan keengganan Bank of Japan (BoJ) untuk bergerak menuju pengetatan kebijakan membuat Yen terus tertekan.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Rabu, 19 November 2025,
- AUDUSD : 0.64773 , -29 / -0.44%
- EURUSD : 1.15362 , -42 / -0.36%
- GBPUSD : 1.30563 , -88 / -0.67%
- NZDUSD : 0.56032 , -54 / -0.95%
- USDJPY : 156.953 , +144 / +0.93%
- USDCAD : 1.40472 , +60 / +0.43%
- USDMXN : 18.33070 , -23 / -0.01%
- USDCHF : 0.80541 , +59 / +0.74%
- USDCNH : 7.11320 , +96 / +0.14%
Sentimen
Pada Kamis (20/11), Tidak ada banyak data yang akan dirilis. Pasar hanay akan menantikan suku bunga PBoC dan data perumahan AS.