Saham Hong Kong Berbalik Arah Setelah Mengalami Kenaikan Awal
Indeks Hang Seng turun 0,4%, atau 99 poin, menjadi 23.518 pada hari Selasa, membalikkan kenaikan sebelumnya karena saham properti memimpin penurunan dan investor menjadi lebih berhati-hati menjelang peristiwa ekonomi penting AS dan Tiongkok.
Sentimen melemah setelah Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat menjadi 4,4% pada tahun 2026 dan 4,3% pada tahun 2027, dengan alasan penurunan sektor properti yang berkepanjangan dan permintaan konsumen yang lesu.
Investor juga menunggu pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve AS dan data CPI dan PPI Tiongkok bulan Juni yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek kebijakan.
Pengembang properti memimpin kerugian setelah indeks sektor tersebut turun lebih dari 3%, sementara saham teknologi juga diperdagangkan lebih rendah.
Sementara itu, Beijing dan Hong Kong mengumumkan langkah-langkah baru untuk memperluas perdagangan mata uang, obligasi, dan emas, bertujuan untuk memperkuat peran kota tersebut sebagai pusat yuan lepas pantai terkemuka.
Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan adalah Kuaishou (-9,5%), Kingboard Laminates (-8,9%), Pop Mart (-4,8%), SMIC (-3,2%), dan AIA (-2,2%).