Dolar Melemah, Respon Data Tenaga Kerja AS
Indeks Dolar Amerika berakhir melemah tajam selama sesi perdagangan akhir pekan lalu (4/8), merespon laporan Nonfarm yang mengecewakan dan terlihat sebagai aksi profit taking oleh para pelaku pasar melihat serangkaian data ekonomi AS lainnya dirilis membaik.
Kekecewaan investor nampak terliaht setelah laporan Nonfarm Payrolls AS hanya mencatatkan 187.000 lapangan kerja baru selama periode Juli, lebih rendah dari perkiraan pada 200K (F). Kekcewawaan lainnya datang setelah data Juni direvisi turun menjadi 185K dari sebelumnya pada 209K.
Disisi lain, Tingkat Pengangguran AS dirilis menurun ke level 3.5% dan laporan penghasilan Rata-Rata Per Jam naik di atas ekspektasi, dimana faktor-faktor tersebut tidak sepenuhnya menjelaskan penurunan Dolar AS.
- US Nonfarm Payrolls (Jul), 187K (A) vs. 200K (F) vs. 185K (P)
- US Unemployment Rate (Jul), 3.5% (A) vs. 3.6% (F) vs. 3.6% (P)
- US Average Hourly Earnings (YoY) (YoY) (Jul), 4.4% (A) vs. 4.2% (F) vs. 4.4% (P)
- US Average Hourly Earnings (MoM) (Jul), 0.4% (A) vs. 0.3% (F) vs. 0.4% (P)
Emas
Harga emas menyelesaikan perdagangan Jumat (4/8) dengan keuntungan tajam – bertahan diatas level $1,940, setelah sempat melemah keterendah $1,925 per ons sesaat setelah serangkaian data ekonomi AS dirilis.
Dipasar spot, harga emas berakhir menguat sebanyak $8.8 atau 0.46% berakhir pada level $1,942.78 per ons, setelah capai tertinggi $1,946. Emas berjangka kontrak Desember berakhir menguat sebanyak $7.30 atau 0.37% pada level $1,976.10 per ons di Divisi Comex.
Minyak
Harga minyak mentah berjangka WTI AS melonjak ke tertinggi $83 per barel untuk pertama kalinya sejak April – ditengah harapan tentang pemotongan produksi minyak oleh Arab Saudi dan Rusia sebagai produsen minyak terbesar.
Disisi lainnya, data menunjukkan bahwa jumlah cadangan minyak AS berada pada level terendah sejak 1985. Dimana penurunan terbesar terjadi dalam dua tahun terakhir ketika pemerintah merilis cadangan minyak untuk menstabilkan harga minyak dipasar.
Dipasar spot, harga minyak berakhir menguat sebanyak $0.86 atau 1.06% pada level $82.22 per barel, naik sekitar 2.24% dalam sepekan terakhir.
Minyak mentah berjangka WTI AS berakhir menguat sebanyak $1.27 atau 1.56% pada level $82.82 per barel, setelah uji tertinggi $83.24 dan terendah $81.51. Sedangkan minyak berjangka Brent London naik sebanyak $1.10 atau 1.29% pada level $86.24 per barel.
Saham
Bursa saham Amerika ditutup lebih rendah selama sesi perdagangan Jumat (4/8) dan ketiga indeks utama AS membukukan kerugian mingguan setelah laporan pertumbuhan pasar tenaga kerja AS yang melambat.
Penurunan lebih lanjut juga dikhawatirkan terjadi setelah laporan keuangan yang mengecewakan dari Apple, yang dirilis setelah jam penutupan pasar.
Selama perdagangan Jumat (4/8), Indeks Dow Jones ditutup turun sebanyak 0.43% persen pada level 35,065.62, turun sebanyak 1.11% dalam sepekan terakhir. Indeks S&P 500 ditutup pada level 4,478.03, turun sebanyak 0.53% dan 2.27% dalam seminggu. Indeks Nasdaq turun ke level 13,909.24 , turun sekitar 0.36% dan 2.85% dalam seminggu.
Sentimen
Memasuki sesi perdagangan pekan depan, fokus utama pasar global akan tertuju pada laporan inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis (10/8) dan Jumat (11/8).
Pada awal pekan ini, pasar masih akan mencerna dampak atas laporan tenaga kerja AS jumat (4/8). Minimnya data pada awal pekan ini akan menekan volatilitas pasar.