Euro Bisa Diuntungkan dari Pelemahan Dolar Lebih Lanjut
Euro menguat ke level tertinggi dalam dua minggu terhadap dolar dan bisa diuntungkan dari pelemahan dolar lebih lanjut setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pada hari Selasa, ujar Francesco Pesole dari ING dalam sebuah catatan.
Inflasi bertahan di angka 2,7% pada bulan Juli, di bawah 2,8% yang diperkirakan oleh para ekonom dalam survei WSJ.
Data tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada bulan September, yang menyebabkan dolar melemah.
Pemulihan dolar yang substansial “tampak realistis hanya jika data ketenagakerjaan menguat secara signifikan,” kata Pesole.
Namun, penguatan euro lebih lanjut terhadap dolar dapat dibatasi hingga setelah pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat, ujarnya. Euro menguat ke level tertinggi $1,1712, menurut data LSEG.