Indeks Nikkei Mencapai Rekor Tertinggi Seiring Reli Pasar Asia karena Sentimen Risk-On
Pasar Asia dibuka lebih tinggi pada hari Kamis karena optimisme atas kemungkinan kesepakatan AS-Iran memperpanjang sentimen risk-on dari Wall Street, di mana S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi.
Pergeseran dari “diperkirakan akan naik” menjadi kenaikan aktual penting karena hal itu menegaskan bahwa investor bertindak berdasarkan sentimen yang membaik, bukan hanya sekadar memberi sinyal niat sebelum pembukaan pasar.
Jepang memimpin kenaikan di Asia, dengan Nikkei 225 menyentuh rekor tertinggi baru dan naik 0,81%, sementara Topix yang lebih luas bertambah 0,70%.
Korea Selatan juga menunjukkan momentum yang kuat, dengan Kospi naik 1,03% dan Kosdaq naik 0,77%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia juga lebih tinggi, naik 0,22%, dan indeks berjangka Hang Seng menunjukkan awal yang lebih kuat di Hong Kong, pada 26.129 dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.947,32.
Harapan perdamaian dan harga minyak menentukan arah pasar
Dukungan utama pasar tetap pada prospek terobosan diplomatik antara Washington dan Teheran.
Presiden Donald Trump mengatakan dalam wawancara Fox Business yang disiarkan pada hari Rabu bahwa konflik tersebut “hampir berakhir” dan mengulangi pandangannya bahwa Iran sangat ingin “membuat kesepakatan.”
Hal itu telah membantu mengurangi tekanan pada harga minyak.
Pada hari Kamis, minyak mentah West Texas Intermediate diperdagangkan sekitar $91 per barel, sementara minyak mentah Brent berada di dekat $94,60, karena meredanya ketegangan geopolitik menjaga harga tetap terkendali.
Harga minyak yang lebih rendah telah memberi investor ekuitas lebih banyak ruang untuk mengambil risiko, terutama setelah beberapa hari di mana konflik tersebut memicu kekhawatiran akan pasokan yang lebih ketat, inflasi yang lebih tinggi, dan pertumbuhan global yang lebih lambat.
Rekor Wall Street memperkuat momentum positif
Saham-saham Asia juga mendapatkan kepercayaan diri dari sesi perdagangan AS yang kuat lainnya.
Pada hari Rabu, S&P 500 naik 0,80% menjadi 7.022,73, Nasdaq Composite melonjak 1,59% menjadi 24.016,02 dan Dow Jones Industrial Average turun 72 poin, atau 0,15%, menjadi 48.463,72.
Baik S&P 500 maupun Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi, dengan Nasdaq mencatatkan kenaikan ke-11 berturut-turut dan S&P mencatatkan penutupan positif ke-10 dalam 11 sesi.
Hal ini penting karena memperkuat keyakinan bahwa investor bersedia mengabaikan tekanan geopolitik jika pendapatan perusahaan dan harga minyak yang lebih rendah terus memberikan dukungan.
Optimisme sebelumnya sebagian didorong oleh pendapatan bank, dan kenaikan Wall Street terbaru menunjukkan bahwa selera terhadap saham tetap utuh meskipun diplomasi seputar Iran masih belum pasti.
Fokus regional kini beralih ke tindak lanjut
Dengan pasar yang sudah dibuka, pertanyaan selanjutnya bukanlah apakah Asia dapat menguat, tetapi apakah kenaikan tersebut meluas dan bertahan sepanjang sesi.
Jepang dan Korea Selatan telah memimpin di awal, sementara keterbukaan Hong Kong menunjukkan bahwa investor di sana mungkin juga akan bergabung jika sentimen tetap kuat.
Untuk sisa hari ini, para pedagang kemungkinan akan terus memantau tiga variabel kunci.
Pertama, apakah harga minyak tetap berada di bawah tekanan, karena itu akan membantu mempertahankan sentimen pasar yang membaik.
Kedua, apakah ada berita baru tentang pembicaraan AS-Iran yang muncul, mengingat optimisme saat ini masih bergantung pada negosiasi yang belum dijadwalkan secara resmi.
Ketiga, apakah reli terus berputar ke sektor teknologi dan ekspor, yang akan menandakan keyakinan yang lebih kuat di balik pergerakan tersebut.