6 Kali Kenaikan Suku Bunga Tahun Ini, Dolar Berakhir Positif
Dolar ditutup menguat pada perdagangan Senin (21/3) terfokus pada komentar Powell tentang outlook kenaikan suku bunga yang mungkin akan dilakukan per setiap pertemuan dengan jumlah yang lebih besar dari 25 bps. Menyusul komentar Powel dalam National Association for Business Economics Annual Economic Policy Conference probability kenaikan suku bunga sebanyak 50 bps pada pertemuan Mei meningkat menjadi 60.7% dari 52%.
Secara terpisah, pejabat Fed lainnya juga memberikan komentar hawkish seputar suku bunga. Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan ekonomi AS tidak lagi membutuhkan dukungan Fed stimulus yang agresif – sedangkan deretan fundamental mulai dari Kekhawatiran supply minyak, virus Korona dan perang semuanya masih akan terus berdampak pada inflasi.
Pada waktu yang berbeda, Raphael Bostic mengatakan bahwa meningkatnya ketidakpastian pada deretan fundamental ekonomi global mendorong Fed untuk bergerak ke jalur suku bunga yang sangat agresif. Bostic memperkirakan enam kali kenaikan suku bunga untuk tahun ini dan dua kali pada 2023.
Merespon rangkian komentar terdebut, Dolar ditutup menguat sebanyak 24 poin atau 0.24% berakhir pada level 98.47, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 98.52. Pasangan matauang EUR/USD ditutup melemah sebanyak 31 poin atau 0.28% berakhir pada level 1.1017, setelah sentuh tertinggi 1.1067 dan terendah 1.0009. AUD/USD ditutup melemah sebanyak 18 poin atau 0.24% berakhir pada level 0.7393. Sementara, GBP/USD ditutup melemah sekitar 13 poin atau 0.10% berakhir pada level 1.3163.
Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar matauang global akan terus terfokus pada jadwal press konference para member Fed karena minimnya data.