Yen Jepang Terus Turun di Tengah Data yang Lemah
Yen Jepang terus turun ke sekitar 152 per dolar pada hari Kamis, karena investor bereaksi terhadap data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan.
Pesanan mesin inti di Jepang, ukuran penting belanja modal, secara tak terduga turun pada bulan Desember.
Selain itu, Jepang melaporkan defisit perdagangan yang lebih besar dari yang diantisipasi untuk bulan Januari, dengan impor yang melampaui ekspor.
Meskipun demikian, yen terus mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini, meskipun masih ada ketidakpastian tentang apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan Maret.
Secara eksternal, yen menghadapi tekanan dari dolar AS yang lebih kuat, didorong oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif otomotif sekitar 25%, bersama dengan bea serupa pada impor semikonduktor dan farmasi.