Mahadana Mahadana
  • Home
  • Market News
    • Asia Market
    • US Market
    • Europe Market
  • Commodities
  • Currency
  • Daily Analysis
  • World
    • Economic Data
    • Global News
    • Business
Mahadana
 Dolar Melemah, Susul Hasil Data Tenaga Kerja AS
Currency

Dolar Melemah, Susul Hasil Data Tenaga Kerja AS

by admin_mab 10/03/2025 0 Comment

Dolar AS melemah selama sepekan penuh pada minggu lalu, ditengah ketidakpastian kebijakan tarif Trump dan kekhawatiran atas ekonomi As menyusul laporan tenaga kerja AS yang buruk selama periode Februari.

  • US ADP Employment Change registered at 77K, below expectations (140K) in February
  • US Challenger Job Cuts (YoY) came in at 103.2% , above previous -39.5% in February
  • US Initial Jobless Claims below expectations 234K in February: Actual 221K
  • US Nonfarm Payrolls (Feb) 151K , 159K forecast 125K previous
  • US Unemployment Rate (Feb) 4.1%, 4.0% forecast 4.0% previous

Hingga akhir perdagangan Jumat (7/3) Dolar menetap pada level 103.79 – turun sekitar 41 poin atau 0.39%, setelah uji tertinggi 104.24 dan terendah 103.46 (terendah sejak 6 November).

Sekelompok matauang berisiko diperdagangkan menguat menyusul pelemahan Dolar, sementara matauang komoditas diperdagangkan melemah menyusul kerugian tajam pada harga minyak mentah dunia.

EUR/USD berakhir menguat disekitar 1.083 setelah uji tertinggi 1.093, sedangkan Dolar Australia dan Dolar Selandia Baru justru terkoreksi tajam.

Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdagangan Jumat (7/3) pada pukul 05:00 WIB,

  • AUDUSD : 0.63028 , -28 / -0.44%
  • EURUSD : 1.08310 , +49 / +0.45%
  • GBPUSD : 1.29192 , +39 / +0.30%
  • NZDUSD : 0.57045 , -28 / -0.49%
  • USDJPY : 148.002 , +4 / +0.03%
  • USDCAD : 1.43716 , +78 / +0.54%
  • USDMXN : 20.24430 , -411 / -0.20%
  • USDCHF : 0.87968 , -39 / -0.44%
  • USDCNH : 7.23530 , +0 / +0.00%

Emas

Harga emas berakhir melemah tipis pada perdagangan akhir pekan lalu (7/3), turun kurang dari $2 ketika Dolar mencoba pulih dari level terendah hariannya menyusul komentar Powell tentang suku bunga Bank Sentral.

Kepala Federal Reserves AS, Jerome Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Powell menambahkan bahwa mendapatkan inflasi hingga 2% akan sulit dan bahwa bank sentral tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap satu atau dua pembacaan. Powell mengatakan Fed berada dalam posisi yang baik terkait kebijakan moneter.

Mengenai tarif dagang, Powell mengatakan masih harus dilihat apakah tarif tersebut akan rentan terhadap inflasi.

Minggu lalu, Pasar emas nampak menghentikan relinya karena faktor ketidakpastian menyelimuti sentimen pasar dan bahkan emas gagal merespon data tenaga kerja AS yang mengecewakan.

Hingga akhir penutupan perdagangan Jumat (7/3) pada pukul 05:00 WIB, harga emas diperdagangkan melemah $1.75 atau 0.06% berakhir pada level $2,909.16 per ons, setelah uji tertinggi $2,930 dan terendah $2,896.

Pada saat yang sama emas berjangka kontrak April sebagai kontrak teratif saat ini diperdagangkan melemah sebanyak $12.50 atau 0.43% berakhir pada level $2,914.10 per ons, setelah uji tertinggi $2,938 dan terendah $2,905 di Divisi Comex.

Dipasar komoditas lainya, harga minyak berakhir menguat pada hari Jumat (7/3), namun gagal bertahan di titik tertingginya setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan sanksi terhadap Rusia jika gagal menegosiasikan gencatan senjata dengan Ukraina.

Pada awal pekan ini, harga minyak berpotensi kembali melemah menyusul data inflasi Tiongkok yang dirilis mengecewakan pada Minggu pagi.

Berikut adalah posisi harga minyak pada penutupan perdagangan Jumat (7/3) pada pukul 05:00 WIB,

  • OIL (SPOT) : $66.76 , +$0.77 / +1.17%
  • WTI : $67.04 , +$0.68 / +1.02%
  • BRENT : $70.36 , +$0.90 / +1.30%

Sentimen

Pada awal pekan (10/3), Fokus pasar akan sepi dari rangkaian data ekonomi AS dan hanya akan terfokus pada pertemuan Uni Eropa. Hingga sepekan kedepan, pasar akan menantikan rangkaian data Inflasi AS.

Dari faktor fundamental lainnya, Investor diharapkan untuk memperhatikan perkembangan geopolitik dan Perang Dagang.

Tags: Dolar Dolar Melemah
Previous post
Next post

admin_mab

editor

Latest News
Europe Market

Nilai Tukar Sterling Bertahan di Dekat Level Terendah Tiga Bulan

25/09/2026
Currency

Dolar Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan Kedua

25/09/2026
Europe Market

Harga Gas Eropa Turun di Tengah Harapan Kesepakatan Selat Hormuz

25/09/2026
Asia Market

Saham Hong Kong Memperpanjang Tren Penurunan

25/09/2026
Asia Market

Pembaruan Pasar Valas Asia: Won Korea Selatan Menguat 0,35 Persen

25/09/2026
Related Market News
Uncategorized

Yen Tertekan oleh Penguatan Dolar

by admin_mab 24/09/2026

Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 158 per dolar pada hari Kamis, bertahan di dekat level terendah dalam tiga minggu akibat

Currency

Dolar Bertahan di Dekat Level Tertinggi Sejak Juli

by admin_mab 23/09/2026

Indeks dolar menguat tipis ke level 100,6 pada hari Selasa, bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Juli, karena mata

Currency

Dolar Menghentikan Reli Enam Hari Usai Kenaikan Suku

by admin_mab 18/09/2026

Pada hari Kamis, dolar AS menghentikan tren penguatan selama enam sesi berturut-turut, sehari setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sesuai

Mahadana Mahadana

Mahadana News

MahadanaNews.com sebagai website resmi PT Mahadana Asta Berjangka menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, namun tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut.

PT. Mahadana Asta Berjangka adalah Pialang Berjangka yang memiliki ijin dan berada dibawah naungan Bappebti, merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia.

Link Terkait

Tentang Kami
Produk Trading
Bursa Berjangka Jakarta
Kliring Berjangka Indonesia

Our Office

  • Axa Tower, Jakarta
  • Graha Aktiva, Jakarta
  • Pontianak, Kalimantan Barat

Download Trading Platform

© Copyright 2026. PT. Mahadana Asta Berjangka. All rights reserved.