Yen Tertekan oleh Penguatan Dolar
Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 158 per dolar pada hari Kamis, bertahan di dekat level terendah dalam tiga minggu akibat penguatan dolar yang dipicu oleh data aktivitas sektor swasta AS yang kuat; data ini memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Kenaikan imbal hasil obligasi Treasury dan tingginya harga minyak juga menyoroti risiko inflasi yang meningkat, sehingga menambah tekanan pada yen. Sementara itu, para pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi saat mata uang tersebut mendekati level 160 yang menjadi sorotan utama, di tengah laporan bahwa Bank of Japan telah melakukan pemeriksaan kurs (rate check) dengan pelaku pasar pada hari Jumat lalu.
Keputusan kenaikan suku bunga oleh BOJ pekan lalu dinilai kurang agresif (hawkish), mengingat adanya dua pejabat yang menyatakan keberatan atas keputusan tersebut. Di sisi lain, data S&P Global menunjukkan bahwa pertumbuhan manufaktur Jepang melambat ke level terendah dalam tujuh bulan pada bulan September, seiring dengan melambatnya peningkatan produksi dan pesanan baru.