Dolar Bertahan di Dekat Level Tertinggi dalam Dua Bulan
Indeks dolar diperdagangkan di kisaran 101,2 pada hari Selasa, bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan lebih lanjut guna mengatasi inflasi yang dipicu oleh harga energi akibat ketidakpastian yang berkepanjangan antara AS dan Iran.
Harga minyak melanjutkan kenaikannya setelah pejabat Iran dilaporkan mempertanyakan prospek tercapainya kesepakatan sebelum pemilihan umum paruh waktu AS pada bulan November, menyusul penolakan Presiden Donald Trump terhadap proposal terbaru dari Teheran. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) juga tetap berada di level tertinggi dalam beberapa dekade, dengan imbal hasil tenor 10 tahun dan 30 tahun sama-sama naik melampaui 5%.
Pasar saat ini memperhitungkan kemungkinan sekitar 70% akan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober, menyusul kenaikan suku bunga pertama bank sentral tersebut dalam tiga tahun terakhir yang dilakukan awal bulan ini. Sementara itu, Gubernur The Fed Lisa Cook menyatakan bahwa potensi peningkatan produktivitas dari kecerdasan buatan (AI) mungkin tidak cukup untuk mengimbangi tekanan harga dalam jangka pendek, seraya memperingatkan bahwa hal ini dapat berkontribusi pada inflasi yang lebih luas di seluruh perekonomian.